Kategori: Dakwah Singkat

Semoga Bukan Shalat Subuh Terakhir di Masjid Nabawi

Ketika berada di halaman masjid, sejenak saya berdiri agak lama. Menyaksikan 10 menara masjid. Melihat di sisi kiri, kubah masjid berwarna hijau tua. Payung raksasa berdiri kokoh. Lantai halaman masjid terlihat berdebu, sisa kemarin malam.

Buku Titik Pisah Fikih Salafi-Muhammadiyah Laris Manis

Dia menambahkan, Lazismu Tulungagung juga membuka kesempatan preorder (PO) dimana untuk pembelian buku bisa dengan pemesanan melalui nomer layanan 082125991199 atau juga bisa datang langsung ke Kantor Layanan Lazismu Tulungaagung Jalan Ade Irma Suryani No. 16 Tulungagung. (*)

Hukum Shalat Dhuha secara Berjamaah

Juga perlu diingat, sebagaimana shalat sunnah pada umumnya (kecuali shalat id, shalat gerhana, dan shalat istisqa’), shalat Dhuha lebih dianjurkan untuk dikerjakan secara munfarid.

30 Titik Pisah Fikih Muhammadiyah dengan Salafi

Secara subjektif tentu bagi kader Muhammadiyah akan mengikuti keputusan-keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid. Menjadi muttabik (pengikut yang cerdas) bukan muqallid(mengikuti dengan membabi buta tanpa tau dasarnya). Tentu semua keputusan tarjih dilakukan secara ijtihad jama’i untuk memilih yang terkuat secara metodologis dalam menetapkan fatwa.

Tokoh-tokoh Pendidikan Islam Paling Termasyur di Indonesia, Ini Daftarnya

Siti Walidah lahir pada 3 Januari 1872. Ia merupakan istri dari KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Sejak Muhammadiyah berdiri, ia mendukung perjuangan suaminya melalui perannya mengusahakan pendidikan berupa pengajian untuk kaum wanita di beberapa kampung, seperti Kauman, Lempuyangan, Karangkajen dan Pakualaman. Siti Walidah juga menaruh perhatian besar kepada para buruh perempuan di unit usaha batik Kauman. Ia mengajarkan para buruh pengetahuan agama, membaca, dan menulis, melalui pengajian yang diadakan setelah maghrib.

Siapapun Boleh Masuk, Pintu Muhammadiyah Longgar?

Karena kondisi di lapangan seakan Muhammadiyah bervariasi dalam nafas geraknya, ada yang memang getol dengan hanya mengaktifkan kegiatan masjid saja, tidak mau membesarkan AUM, ada yang mobilitas dalam menggerakkan organisasi sangat kuat, tapi minimalis dalam aktivitas masjid. Begitu mudahnya, siapapun boleh masuk.

Tipe Kader Muhammadiyah, Anda Masuk yang Mana?

AUM yang dulunya kecil, sambung dia, pasti awalnya ada kader-kader yang berjuang dengan totalitas. Kader Muhammadiyah harus totalitas jiwa, semangat, dan waktunya. ”Orang Muhammadiyah tidak sekadar berkorban raganya, tetapi juga jiwa dan materi. Jiwa perjuangan harus dimiliki kader Muhammadiyah,” tegas dia.

Muhammadiyahfobia

Sangat disayangkan dalam usianya yang menginjak lebih dari satu abad, kehadiran Muhammadiyah mendapat penolakan dari kelompok intoleran, bahkan sebagian besar mengaku Muslim. Kehadiran Muhammadiyah di tengah masyarakat Kristen, Katolik di Papua, NTT, Sulawesi Utara, dan sebagainya tidak dipermasalahkan. Kehadiran Muhammadiyah justru banyak mendapat penolakan di sebagian basis umat Islam, sebagaimana di Banyuwangi Jawa Timur dan Bireun Aceh. Aneh tapi nyata, fakta tapi nyaris sulit dipercaya. Kehadiran masjid Muhammadiyah bukan hanya sarana ibadah, lebih lanjut terbukti bisa menjadi pusat muamalah pendidikan, sosial, kesehatan bahkan perekonomian.