MALANG KOTA – Tiga kampus negeri di Kota Malang kebanjiran pendaftar dari jalur seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP).

Diperkirakan ada 70 ribu siswa yang mendaftar lewat jalur itu. Terbanyak ada di Universitas Brawijaya (UB).

Meski mereka belum mengeluarkan rekapitulasi pendaftar jalur SNBP, diperkirakan ada 39 sampai 40 ribu pendaftar.

Perkiraan itu berkaca dari jumlah pendaftar di tahun lalu. Sementara di Universitas Negeri Malang (UM), diketahui 25.036 pelajar yang mendaftar di jalur SNBP.

Sedangkan di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) ada 4.135 pendaftar.

Kepala Sub Direktorat Seleksi UM Rizky Firmansyah mengakui jika jumlah peminat cenderung stabil.

Sayangnya, dari total peminat itu, UM hanya akan mengambil 8,7 persen saja. Atau setara dengan kuota SNBP yang dibuka UM, yakni 2.186.

Rizky, sapaan akrabnya mengatakan, slotgacor889 kuota jalur SNBP yang dibuka tahun ini meningkat dari tahun lalu.

Sebab, tahun ini UM memberikan kuota sebanyak 25 persen untuk jalur SNBP.

”Kalau batas minimal kuota yang SNBP untuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) kan 20 persen. Di UM kami tambah 5 persen dari kuota minimalnya,” papar dia.

Tahun lalu, kuota jalur SNBP (tahun lalu disebut SNMPTN) hanya disediakan 20 persen, atau setara dengan 1.692 kuota.

Rizky memastikan bila proses penilaian untuk pendaftar SNBP masih berlangsung. Sepekan ke depan, pihak kampus akan melakukan penyeleksian portofolio.

Pada tahap pertama itu akan dilakukan penyeleksian bagi pelamar di program studi (Prodi) yang berkaitan dengan seni, olahraga, dan keterampilan.

Setelah itu akan dilakukan penyeleksian berdasar nilai rapor dan prestasi penunjang lainnya.

Tahun ini, UM membuka 73 Prodi untuk jalur SNBP. Jumlah Prodi yang dibuka itu juga meningkat.

Pasalnya ada 13 Prodi yang baru dibuka tahun ini. Rizky menjelaskan, 13 Prodi itu sebenarnya tidak semua baru.

”Hanya ada tiga Prodi yang benar-benar baru. Yakni S1 Farmasi, S1 Gizi, dan S1 Ilmu Komunikasi,” kata dia.

Lebih lanjut, Rizky menyampaikan sebenarnya ketiga Prodi tersebut juga sudah dibuka sejak tahun ajaran 2022/2023 lalu.

Namun tahun lalu ketiganya hanya bisa dilamar melalui jalur mandiri saja. Sementara, untuk 10 Prodi lainnya merupakan Prodi lama yang naik status.

Dari yang sebelumnya D3, kini menjadi D4. Ya, saat ini Prodi diploma juga bisa dilamar melalui jalur SNBP.

”Jadi, tahun lalu jumlah Prodi yang dibuka hanya berjumlah 60 saja. Namun, karena ada penambahan 13 Prodi yang bisa didaftar melalui SNBP, tahun ini jumlahnya menjadi 73,” tandasnya.

Di tempat lain, Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB Heri Prawoto mengaku bila pihaknya masih belum bisa menyampaikan berapa banyak peminat di jalur SNBP.

”Saya masih belum diberikan akses untuk jumlah pendaftar di UB,” kata dia. Namun, jika berkaca dari tahun lalu, peminat UB bisa mencapai 40 ribu pendaftar di jalur SNBP.

Sebab, tahun lalu ada sebanyak 39.581 pendaftar di jalur SNMPTN. Jumlahnya sangat mungkin bertambah mengingat tahun ini UB membuka empat Prodi baru.

Dia mengatakan keempat Prodi tersebut sebenarnya Prodi lama. Namun, sebelumnya tidak masuk dalam pilihan di jalur SNBP atau SNMPTN.

Empat prodi tersebut yakni S1 Sains Data, D3 Keuangan dan Perbankan, D3 Administrasi Bisnis, dan D3 Teknologi Informasi.

Heri, sapaan akrabnya menyebut, tahun ini total ada 78 Prodi sarjana untuk jalur SNBP. Sedangkan, untuk program diploma ada lima Prodi yang tersedia.

”Untuk yang D4 ada dua Prodi, dan D3 ada 3 Prodi,” ungkapnya. Jika peminat UB tahun ini berkisar di angka 40 ribu, itu artinya hanya ada 11,6 persen pendaftar yang diterima.

Sebab, tahun ini UB membuka 4.650 kuota untuk jalur SNBP. Jumlahnya meningkat dari tahun lalu, yang hanya memberikan porsi 20 persen dari kuota total di UB. Yakni 15 ribu mahasiswa baru.

Pendaftar SNBP di UIN Maliki Menurun

UIN Maliki Malang mencatat ada 4.135 pendaftar di jalur SNBP. Selain SNBP, yang sedang berlangsung saat ini adalah Seleksi Prestasi Akademik Nasional-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN).

Kuotanya sebanyak 2.216 peserta,” terang Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Dr Umi Sumbulah MAg, kemarin (6/3).

Dikutip dari laman Sistem Informasi Daya Tampung (SIDATA) PTN milik Balai Pengelola Pengujian Pendidikan (BPPP) Kemendikbud, tahun 2022 jumlah peminat di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebanyak 4.905 peserta. Sementara kuota yang disediakan ada 650.

Tahun ini, kuota SNBP menyusut menjadi 622. Sepertinya itu berpengaruh terhadap penurunan jumlah peminat jalur SNBP di UIN Maliki.

Sebab tercatat ada penurunan 770 jumlah peserta. Pada 2022 lalu, ada tiga Prodi dengan jumlah peminat tertinggi.

Yakni farmasi dengan 880 peserta, psikologi 698 peserta, dan manajemen 689 peserta.

Umi melanjutkan, selain SNBP dan SPAN-PTKIN, pihaknya juga menyediakan tiga jalur lain.

Meliputi jalur SNBT, UMPTKIN (Ujian Masuk Perguruaan Tinggi Keagamaan Islam Negeri), dan jalur mandiri.

”Akan ada penambahan kuota 1.000 mahasiswa. Ini karena mahad di kampus 3 ada yang sudah siap pada bulan Juli 2023,” terang guru besar bidang Dirah Islamiyah itu.

Untuk itu, Umi meminta kepada para siswa yang belum diterima di jalur SNBP agar tak kecewa dan tetap berusaha di tahap lainnya. Seperti SNBT yang akan dibuka tidak lama lagi.

”Yang jelas, kami membuka peluang kepada seluruh sekolah untuk memperluas akses pendidikan. Tapi para siswa juga harus bertanggung jawab atas pilihannya,” saran Umi. (dre/mel/by)

Sumber dari : radarmalang.jawapos.com 7 Maret 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *