Maskot peserta kelas dengan pakaian adat.

PWMU.CO – Gerak Jalan Budaya SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang gemerlap warna-warni dengan busana adat nusantara.

Acara perayaan HUT Kemerdekaan RI diikuti 60 regu mewakili tiap kelas digelar, Sabtu (27/8/2022). Karnaval barisan dengan formasi masing-masing bergantian melewati sejumlah ruas jalan protokol Gondanglegi.

Gerak jalan budaya kostum dan atributnya warna-warni.  Ada yang mengenakan selempang kain, udeng, batik. Juga mahkota adat beberapa daerah di nusantara seperti Jawa, Bali, Minang.

Tiap regu gerak jalan juga menampilkan satu maskot busana adat yang berjalan paling depan. Seperti busana Papua, Minangkabau, Banyuwangi, dan sejumlah daerah lainnya.

Selain itu, tiap anggota regu juga bebas berkreasi dengan mencat wajah atau anggota tubuh lainnya dengan warna merah putih.

“Gerak jalan budaya ini mencerminkan pengamalan profil Pelajar Pancasila, yang mengandung nilai-nilai Pancasila. Jadi baris-berbarisnya juga menonjolkan kekayaan budaya dan kebhinekaan,” kata Wakasek Kesiswaan SMK Mutu, Terminanto Yogi, Sabtu (27/8/2022) siang.

Regu peserta gerak jalan dari kelas XII/Perbankan menampilkan atribut budaya tarian Gandrung asal Banyuwangi. Atribut ini dikenakan dengan tambahan selempang dan topi mahkota yang biasa dipakai penari tradisional Gandrung.

”Kekayaan budaya memang harus banyak dikenalkan, terutama bagi anak-anak muda. Apalagi kan sekarang waktunya lebih banyak bermain gadget,” kata Renis Kiki Dwi, peserta gerak jalan dari jurusan Perbankan.

Peserta lainnya menonjolkan adat Minangkabau yang juga ditampilkan melalui yel-yel anggota barisan gerak jalan.

Fina Rama Sari, dari kelas XII Jasa Boga, mengungkapkan, yel-yel ini diambil dari lagu daerah asal Minangkabau. Menurutnya, dengan menampilkan adat nusantara ini, agar dikenali oleh masyarakat.

“Pesan lainnya, generasi muda juga bisa diajak lebih maju dan mengedepankan kekompakan (kebersamaan dan gotong royong). Melalui baris-berbaris tadi menunjukkan itu. Dengan kekompakan, maka bisa maju dan lebih baik,” jelas siswa yang menjadi maskot barisannya ini.

Formasi barisan dan yel-yel dalam Gerak Jalan Budaya yang diikuti pelajar SMK Mutu ini juga ditampilkan khusus di depan tim juri. Juri terdiri dari perwakilan Polsek dan Koramil Gondanglegi.

Penulis Choirul Ameen  Editor Sugeng Purwanto

Peserta gerak jalan SMK Mutu dengan pakaian adat Bali.

Sumber dari : pwmu.co 29 Agustus 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *