TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG- Avilla Nadhif Firjatullah mahasiswa student Erasmus asal Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sejak 1 Maret lalu memulai belajar di WSP University Poznan, Polandia.  

Menariknya Avilla menyebutkan di WSP University Poznan Polandia tersebut nyaris sama ketika dirinya menempuh studi pada Prodi Ekonomi Pembangunan UMM. Bedanya hanya pola mengajar saja. Jika belajar di WSP University dilakukan menggunakan metode virtual (online) dan tatap muka.

Misalnya kali pertama masuk kuliah, Avilla menyebutkan hanya satu mata kuliah saja. Yakni matkul International Finance. Hari berikutnya dilakukan dengan online. Begitu juga hari selanjutnya ada tiga mata kuliah semua dilakukan secara slotgacor889 online. Sehingga satu mata kuliah bisa menggunakan dua metode online dan offline.

Kedatangan mahasiswa ke kampus atau in class, hanya fokus pada mata kuliah yang berkaitan dengan praktikum atau diskusi grup. Sementara kelas online-nya hanya mendengarkan  dosen memaparkan materi kuliah.

Menurut Avilla secara umum jika dikaitkan dengan mata kuliah tidak jauh berbeda antara Ekonomi Pembangunan UMM  dengan WSP University Poznan Polandia. Perbedaaan paling terasa adalah fasilitas atau infrastrukturnya, selain itu kondisi belajarnya lebih santai. Misalnya dirinya pernah datang awal bersama dengan salah satu orang tidak dikenalnya. Setelah ngobrol ternyata orang tersebut adalah professor dosen yang mengajar mata kuliah di kelas Erasmus Student ini.

Singkatnya waktu program Erasmus Student ini sekitar 4,5 bulan membuat Avilla harus mencari pengalaman sebanyak mungkin. Khususnya bagaimana belajar budaya  masyarakat Polandia. Sebab misinya bukan hanya akademik saja sekaligus akulturasi budaya.

Jika kembali ke Indenesia, Avilla akan lebih banyak bercerita tentang infrastruktur universitas. Mengapa Polandia secara sistem mempunyai infrastruktur maju, serta metode pembelajaran Polandia sebagian besar virtual (online) atau blended learning ada kelas online dan kelas offline. Mungkin ini bisa diadaptasi di Ekonomi Pembangunan UMM. (rilis: humas ep umm/editor: doni osmon)

Sumber dari : tabloidmatahati.com 7 Maret 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *