Ketua Umum PP FGM Pahri di Ponpes Karangasem (Zulfatus Salima/PWMU.CO)

PWMU.CO – Bukan hanya murid yang mendapatkan rapor tapi guru juga seharusnya mendapatkan rapor semesteran atau tahunan. 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Forum Guru Muhammadiyah (FGM) H Pahri SAg MM di Aula Abdurrahman Syamsuri Pondok Pesantren (Ponpes) Karangasem, Paciran, Lamongan, Sabtu (23/07).

Pahri menjelaskan terdapat beberapa hal penilaian dalam rapor guru. Pertama, kesiapan dalam mengajar. Dilihat dari materi yang telah disiapkan.

“Ketika guru tanya di kelas, ‘Sampai mana materi kemarin?’ itu sudah menandakan bahwa guru tersebut tidak siap,” ungkapnya.

Kedua, kehadiran guru saat mengajar. Ketiga administrasi guru. Mulai dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), silabus, perangkat pembelajaran, surat tugas, naskah soal, dan lainnya.

“Kemudian keempat, kegiatan sekolah. Guru-guru yang tidak hadir, dipanggil. Misalnya hari ini, guru yang tidak mengikuti dipanggil dengan surat resmi dan diberikan peringatan. Karena pertemuan hari ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru juga,” ujarnya. 

Terakhir, kelima, penilaian dalam kontribusi penerimaan peserta didik baru (PPDB). “Itulah penilaian guru dalam raport,” kata dia.

Branding Ponpes

Selain rapor, Pahri juga menjelaskan guru juga diberikan sanksi. Mulai dari sanksi ringan berupa peringatan, pengurangan uang tunjangan, sampai pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dia juga meminta agar Ponpes Karangasem memiliki branding yang kuat. Sehingga dapat meyakinkan masyarakat untuk menyekolahkan di sini.

“Misalnya, Pondok Gontor. Di sana memiliki branding yang kuat pondok bahasa. Jadi masyarakat menganggap kalau ingin bisa bahasa ya di Gontor. Nah, di Karangasem ini keunggulannya apa? Baca kitabnya? Digitalnya? Atau apa? Bisa di-branding-kan,” jelas Pahri.

Terakhir dia menyampaikan seharusnya kualitas guru juga harus meyakinkan bahwa sekolah memiliki kualitas yang baik. Misalnya, dengan memakai seragam, memakai sepatu, name tag, atau berangkat lebih awal.

Hal tersebut yang akan dikenal masyarakat bahwa gurunya berwibawa. Maka dari itu, sumber daya manusia (SDM)-nya harus berkompeten.

Pengasuh Ponpes Karangasem KH Abdul Hakam Mubarok Lc MPd, acara yang bertepatan dengan pembukaan tahun ajaran baru tersebut dilaksanakan agar para guru memiliki integritas yang tinggi untuk memajukan lembaganya. (*)

Sumber dari :pwmu.co 25 Juli 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *