SINGAPURA – Hari kedua (6/8) 2025 perjalanan di Singapura, Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, ustadz Munali, ST, M.Pd, menyempatkan diri melihatĀ Chagi Beach yang terletak hanya 200 meter dari hotel tempat bermalam. Tidak ada yang aneh sebetulnya dari suasana laut yang ada di Changi Beach, kecuali beberapa pohon besar yang menyambut sebelum tiba di tepi laut.

Di sana melihat perahu kongkang yang sedang berlabuh membawa muatan, dan ada beberapa perahu lecil yang sedang bersandar. Melihat banyak burung gagak, burung pelatuk yang sedang mencari makan di pohon kelapa dengan santainya. Lumayan badan hangat berkeringat setelah berjalan kaki dari hotel dan kembali ke hotel.
Agenda berikutnya hari kedua, ustadz Munali dan rombongan Dikdasmen PWM Jawa Timur menuju ke Lotus Bridge International School. Perjalanan pagi dengan bus lumayan memakan waktu lama. Lalulintas sangat padat karena bersamaan dengan jam berangkat kerja warga Singapura.

Sebelum ke Lotus Brigde International School, ustadz Munali dan rombongan diajak ke Minister Of Education Heritage Center. Saya dan rombongan ditunjukkan sejarah pendidikan di Singapura di mulai. Sosok Lee Kuan Yew menjadi tokoh central yang selalu disebut. Selain itu kami juga diajak untuk melihat gambar proses perkembangan pendidikan dari masa ke masa. Kombinasi cerita yang disusuan dengan AI, membuat cerita semakin hidup.
Setelah dari MOE Haritage Center, ustadz Munali menuju ke Lotus Bridge Ibternational School. Disambut oleh pimpinan sekolah, Mr Bhajan Singh, dan para guru serta siswa. Setelah sebentar melihat lihat suasana kelas, kami diajak untuk melihat tampilan siswa, menyanyi bersama, menari tarian India, sebagai bentuk budaya yang dikembangkan sekolah yaitu seni. Sebelum meninggalkan sekolah, diajak untuk melihat pembelajaran siswa secara langsung. Salah satu yang tunjukkan adalah, persentasi siswa dalam pembelajaran IPA, tentang tekanan, dan energi terbarukan.

Ustadz Munali bersama rombongan juga memperoleh materi praktik baik dari Mr Jauhari, salah satu guru senior di Lotus Bridge Ingernational School. Mr Jauhari pernah mengelola sekolah international di Bandung selama kurang lebih 5 tahun. Beliau berbagi bagaimana menyesuaikan kondisi sekolah di Indonesia dan di Singapura, yang penuh dinamika dan perbedaan cara pengelolaan

Kunjungan ini sangat bermanfaat, untuk pengembangan model pembelajaran guru SMK. Singapura dengan pendidikan hari ini yang sangat luar biasa, dimulai dari semangat guru delam pembelajaran. (humas/mnl)


