Jakarta: Kemerdekaan pada 17 Agustus selalu menjadi perayaan hari bersejarah bagi seluruh warga Indonesia. Ada banyak yang dilombakan dalam perayaan kemerdekaan, seperti panjat pinang,makan kerupuk, dan masih banyak lagi.

Akan tetapi, untuk mendapatkan kemerdekaan pada 1945, tentu saja melalui proses yang tidak mudah. Kisah kemerdekaan Indonesia sendiri tidak terlepas dari campur tangan bangsa Eropa yang datang ke Indonesia.

Kedatangan bangsa Eropa ini disebut sebagai masa kolonialisme serta imperialisme. Melansir dari laman Ruangguru, berikut latar belakang, perkembangan kekuasaan, perebutan politik, serta perkembangan kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa di Indonesia:

Latar belakang kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia

Asia, terutama Indonesia selalu dikenal oleh bangsa Eropa sebagai negara penghasil rempah. Rempah ini adalah hal yang paling dicari bangsa Eropa karena selain merupakan penghangat dan pengawet makanan, rempah juga menjadi simbol kekayaan seorang raja karena harganya yang mahal.
Karena faktor-faktor tersebut, banyak bangsa Eropa berlomba-lomba menemukan daerah penghasil rempah, salah satunya Indonesia. Berikut adalah negara-negara di Eropa yang berhasil mendatangi Indonesia:

1. Portugis

Bartholomeus Diaz dari Portugis saat itu melakukan penjelajahan samudra sebelum akhirnya sampai di Tanjung Harapan, Afrika Selatan, pada 1488. Setelah Diaz, penjelajahan bangsa Portugis kemudian dilanjutkan oleh Vasco da Gama yang sampai di Gowa (India) pada 1498.

Vasco de Gama sendiri akhirnya pulang ke Lisboa, Portugal, dengan membawa rempah-rempah. Setelah Gama berhasil membawa rempah, bangsa Portugis semakin berniat untuk mencari sumber rempah terbanyak.

Karena hal tersebut, bangsa Portugis yang dipimpin oleh Alfonso d’Albuquerque melanjutkan ekspedisi ke timur. Alfonso sendiri berhasil menguasai Malaka dan menjadikannya sebagai pusat perdagangan rempah-rempah di Asia Tenggara pada 10 Agustus 1511.

2. Spanyol

Christopher Columbus adalah penjelajah terkenal dari Spanyol yang berhasil melakukan penjelajahan Samudra. Pada 1942, Columbus berlayar ke arah barat dan melewati Samudra Atlantik sebelum akhirnya sampai ke benua Amerika.

Columbus mengira benua Amerika pada saat itu adalah benua India. Oleh karena itu, ia menamakan penduduk lokal di benua Amerika dengan sebutan warga Indian.

Magelhaens melakukan penjelajahan setelah Columbus ke arah barat daya. Ia melintasi Samudra Atlantik sampai di ujung selatan Amerika, lalu melewati Samudra Pasifik sebelum akhirnya mendarat di Filipina pada 1521.
Pelayaran Magelhaens sangat memengaruhi ilmu pengetahuan pada masa itu. Magelhaens berhasil membuktikan bumi itu bulat.

Penjelajahan ini kemudian diteruskan oleh Sebastian del Cano. Ia sendiri berhasil berlabuh di Tidore pada 1521, namun tidak disambut dengan baik.

Sebastian dianggap melanggar Perjanjian Tordesillas. Hal ini yang membuat Spanyol dan Portugis melakukan Perjanjian Saragosa pada 1529 untuk menyelesaikan masalah.

3. Belanda

Cornelis de Houtman dari Belanda berhasil mendarat di Banten pada 1596. Pada saat itu, Belanda bersikap tidak ramah dan hanya ingin memonopoli perdagangan di daerah Banten

Hal ini yang membuat Sultan Banten saat itu murka dan ekspedisi dinyatakan gagal. Namun hal tersebut tidak membuat Belanda jera dan akhirnya kembali datang pada t1598-1600,

Kedatangan Belanda pada tahun tersebut dipimpin Jacob van Neck yang berhasil mendarat di Maluku dan membawa banyak rempah kembali ke Belanda. Keberhasilan van Neck ini menyebabkan semakin maraknya pedagang Belanda yang datang ke Indonesia.

4. Inggris

Sir Henry Middleton dan James Cook memulai perjalanan mereka ke Indonesia dengan tujuan mencari rempah-rempah. Henry Middleton memulai penjelajahan pada  1604 dari Inggris menyusuri perairan Cabo da Roca (Portugal) serta Pulau Canary. Sementara itu, James Cook sampai ke Batavia pada 1770, setelah datang dari Australia.

Henry sendiri menyusuri perairan Afrika Selatan hingga ke Samudra Hindia. Ia lalu sampai di Sumatra, lalu menuju Banten pada akhir 1604.

Ia kemudian berlayar ke Ambon pada 1605 sebelum akhirnya pergi ke Ternate dan Tidore. Ia sendiri berhasil mendapatkan banyak rempah, di antaranya lada dan cengkeh. Berikut adalah kesimpulan yang mendorong kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia:

  1. Konsep 3G: Gold (kekayaan), Gospel (penyebaran Kristen), Glory (kejayaan)
  2. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti teori heliosentrisme, penemuan kompas, teropong dan peta
  3. Jatuhnya Kota Konstantinopel pada tahun 1953
  4. Buku Imago Mundi dan Il Milione karangan Marco Polo, yang berisi tentang perjalanannya ke Timur

Perkembangan kekuasaan bangsa Eropa di Indonesia

Belanda merupakan negara yang paling lama berada di Indonesia. Karena hal tersebut, Belanda akhirnya membuat perusahaan dagang di Indonesia.

Walaupun sudah bangkrut dan tidak ada, perusahaan ini sampai dengan saat ini tercatat sebagai perusahaan terkaya di dunia. Perusahaan ini bernama Vereenigde Oostindische Compagnie atau lebih dikenal dengan VOC.

VOC didirikan oleh Johan van Oldenbarnevelt pada 20 Maret 1602. Kepemimpinan VOC dipegang oleh 17 orang pemegang saham (Heeren Zeventien) yang berkedudukan di Amsterdam. Berikut tujuan pembentukan VOC:

  1. Menghindari persaingan sesama pedagang Belanda
  2. Memperkuat Belanda dengan persaingannya dengan bangsa Eropa lain
  3. Memonopoli perdagangan berbagai rempah di Indonesia

VOC bukan hanya perusahaan dagang semata, namun juga menjadi pusat kekuatan politik. Perusahaan ini memiliki hak octrooi, yaitu untuk memonopoli perdagangan, mencetak mata uang sendiri, memungut pajak, mengadakan perjanjian, menjalankan kekuasaan kehakiman, menyatakan perang dengan negara lain, memiliki angkatan perang, hingga mendirikan benteng. Berikut beberapa kebijakan yang dipunyai oleh VOC:

1. Contingenten

Contingenten adalah pajak wajib yang merupakan hasil bumi dan harus langsung dibayarkan kepada VOC.

2. Verplichte leverantie

Verplichte leverantie adalah penyerahan secara wajib hasil bumi dengan harga yang telah ditentukan VOC. Kebijakan ini sendiri berlaku untuk daerah jajaran yang tidak langsung dimiliki oleh VOC, seperti Kesultanan Mataram.

3. Ekstirpasi

Ekstirpasi adalah penebangan kelebihan jumlah tanaman agar produksinya tidak berlebihan, sehingga harga tidak berubah.

4. Pelayaran Hongi

Pelayaran Hongi adalah pelayaran dengan menggunakan perahu kora-kora untuk melakukan pemantauan penanaman dan perdagangan terhadap rempah yang dihasilkan petani.
VOC mengalami kebangkrutan karena banyak pegawai VOC yang melakukan tindak korupsi, penanggungan utang akibat perang yang dilakukan menanggung serta kemerosotan moral para pegawai pada tahun 1799. Dengan bubarnya VOC, kekuasaan di Indonesia diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda yang pada saat itu dikuasai Prancis.

Perebutan politik hegemoni bangsa eropa di Indonesia

Masa Pemerintahan Republik Bataaf

Belanda yang masih berupa Kerajaan, saat itu dipimpin oleh adik Napoleon Bonaparte, Louis Bonaparte. Louis mengangkat Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels untuk mempertahankan Jawa dari serangan Inggris serta memperbaiki kehidupan rakyat yang terdampak Revolusi Perancis pada 1808.

Daendels adalah seseorang yang terus membiarkan terus perbudakan. Selain itu, hubungan Belanda dengan raja-raja di Jawa yang buruk membuat timbulnya banyak perlawanan.

Ia akhirnya ditarik ke Eropa dan digantikan oleh Gubernur Jenderal Janssens pada 1811. Janssens sendiri tidak memiliki masa pemerintahan yang lama dikarenakan pasukan Inggris datang menyerang dan menguasai penuh Nusantara dalam perjanjian Tuntang.
Berikut kebijakan yang dilakukan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels:

1. Bidang Pertahanan

  1. Membangun jalan Anyer-Panarukan
  2. Mendirikan benteng
  3. Membangun pangkalan laut di Merak dan Ujung Kulon

2. Bidang Ekonomi

  1. Mengeluarkan uang kertas
  2. Monopoli perdagangan beras
  3. Penerapan preangerstelsel yakni kewajiban bagi rakyat Priangan dan sekitarnya untuk menanam kopi

3. Bidang Pemerintahan

  1. Membagi Pulau Jawa menjadi sembilan provinsi
  2. Membangun kantor pengadilan
  3. Mengangkat bupati menjadi pegawai pemerintah

Masa Pemerintahan Inggris

Pimpinan Inggris di India, Lord Minto, memerintahkan Thomas Stamford Raffles, yang sedang berada di Penang untuk menguasai Pulau Jawa pada 1811. Penjajahan bangsa Inggris hanya berlangsung selama lima tahun sebelum akhirnya Inggris  kembali menyerahkan kekuasaan Indonesia pada 1816.

Berikut kebijakan yang dilakukan oleh Thomas Stamford Raffles:

1. Bidang Pemerintahan

  1. Membagi pulau Jawa menjadi 16 karesidenan
  2. Melarang kerja paksa dan perbudakan

2. Bidang Ekonomi

  1. Memberlakukan land rent (sewa tanah) yakni para petani diwajibkan membayar pajak atas pemakaian tanah karena pemilik tanah adalah pemerintah

3. Bidang Pengetahuan

  1. Merintis berdirinya Kebun Raya Bogor
  2. Menulis buku History of Java dan menemukan bunga Rafflesia Arnoldi

Masa Pemerintahan Belanda

Van der Capellen, ditunjuk menjadi Gubernur Jenderal dan menerapkan kebijakan dalam menghapuskan peran penguasa tradisional serta menerapkan pajak yang sangat memberatkan rakyat. Hal ini menyebabkan banyaknya perlawanan dari rakyat.

Tidak hanya Capellen, Belanda juga memutuskan untuk mengutus Johannes van den Bosch untuk meningkatkan penerimaan negara Belanda yang kosong. Hal ini terjadi dikarenakan perang dengan masyarakat Nusantara dan bangsa Eropa lainnya.

Van den Bosch sendiri memberlakukan sistem tanam paksa (cultuur stelsel) semenjak 1830. Penerapan sistem tanam paksa mengalami berbagai penyimpangan, mulai dari waktu tanam yang melebihi usia tanam padi hingga tanah yang seharusnya bebas pajak tetap kena pajak,
Hal ini membuat rakyat sangat menderita karena harus menyediakan sampai setengah tanahnya. Namun tanam paksa juga memiliki dampak positif seperti rakyat Indonesia yang mengetahui berbagai jenis tanaman baru dan cara penanamannya.

Berikut peraturan tanam paksa:

  1. Menanam ? dari lahan yang wajib dimiliki dengan tanaman yang diwajibkan
  2. Hasil tanaman harus dijual kepada pemerintah
  3. Kaum petani tidak boleh bekerja melebihi penanaman padinya
  4. Rakyat yang tidak memiliki tanah diwajibkan kerja rodi selama 65 hari per tahun
  5. Kerusakan tanaman akan ditanggung oleh pemerintah

Tanam paksa akhirnya dihapus dan diganti oleh Politik Pintu Terbuka yang tertuang dalam Undang-undang (UU) Agraria pada 1870. UU ini mengatur tentang kepemilikan tanah pribumi dan pemerintah.

Saat politik pintu terbuka berlaku, investor asing akhirnya mulai muncul, Hal ini menyebabkan pengembangan usaha perkebunan di luar Jawa, serta sistem kerja paksa diganti dengan sistem kerja bebas.

Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa di Indonesia

  1. 1511: Alfonso d’Albuquerque (Portugal) menguasai Malaka
  2. 1521: Sebastian del Cano (Spanyol) berhasil berlabuh di Tidore
  3. 1590-1600: Jacob van Neck berhasil mendarat di Maluku
  4. 1602: Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) didirikan
  5. 1604- 1770: Henry Middleton sampai di Sumatra dan Banten, pada 1605 mendarat di Ambon. Pada 1770 James Cook sampai di Batavia
  6. 1808: Herman Willem Daendels diangkat menjadi gubernur
  7. 1811: Perjanjian Tuntang ditandatangani, Nusantara berada di bawah kekuasaan Inggris.

Itulah latar belakang, perkembangan kekuasaan, perebutan politik, serta perkembangan perkembangan kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa di Indonesia. Perkembangan kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa sendiri memiliki banyak dampak bagi Indonesia, baik negatif maupun positif. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)

Sumber dari : medcom.id 28 Juli 2022

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *