Setiap tanggal 21 April selalu disambut dengan gegap gempita, suasana senang dengan mengenakan baju adat, baju daerah, yang bersifat tradisional. Semua seakan terbawa arus tentang seorang nama yang sudah diabadikan sebagai pahlawan perempuan Indonesia, beliau adalah Kartini.
Kita tentu sudah sangat paham tentang diri seorang Kartini melalui segala informasi, utamanya dari sejarah Indonesia, Wikipedia, dan lain sebagainya.

Diera saat ini suasana dan dinamika sudah banyak berganti, dari yang bersifat symbolis sampai yang bersifat pragmatis, dalam rangka mengingat dan mengenang beliau. Sebagai seorang perempuan yang luar biasa jika kita membaca segala informasi sejarah. Selain itu selalu ada perbedaan sikap didalam masyarakat, misalnya saja apakah benar Kartini selalu memakai kebaya seperti difoto yang biasanya ditempel di dinding ruang kelas, perpustakaan sekolah.

Ketika ada pertanyaan seperti itu jawaban menggelitik juga muncul, ya namanya orang, mungkin karena beliau adalah seorang keturunan ningrat dengan gelar Raden Ajeng, yang berasal dari Jepara Jawa Tengah. Kemungkinan juga ada fot beliau yang mengenakan busana Belanda ketika beliau sedang berada di Belanda, dand i tempat lainnya.

Kartini, adalah simbol perjuangan perempuan saat itu, dengan segala kiprahnya. Kartini merupakan sosok yang inspiratif hari ini, bagaimana seorang perempuan dalam berkarya di kehidupannya. Kartinia adalah seorang yang terus berjuang dan berkarya dalam kondisi yang sulit untuk dijelaskan hanya dengan kalimat dan cerita. Kartini boleh disebut sebagai pahlawan berkebaya, tetapi pemikiran, ide dan karya beliau telah melampaui jaman saat itu.

Pagi itu langit Gondanglegi di Kabupaten Malang, cukup redup dengan awan yang sedikit merata. Senyum dan aura bahagia, tampak dari bapak, ibu guru SMK Mutu Gondanglegi dengan busana beraneka ragam. Suasana menjadi hikmat ketika kami melaksanakan apel bersama siswa siswi dengan pakaian adat Nusantara di lapangan Titanium Building dalam rangka memperingati hari Kartini.

Sebagai pembina upacara Dian Ermayanti,S.Pd, selaku Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum. Di dalam amanahnya beliau lebih menekankan bahwa kecantikan perempuan bukan hanya dilihat dari wajah, sehingga harus memasang aksesoris yang berlebihan, sampai mungkin menggunakan cara yang tidak sehat. Pelajar wajibnya belajar dengan kebaikan dari kodrat wanita, belajar dengan baik, yang nantinya akan menjadi ibu, dan guru untuk anaka anaknya.

Di akhir kegiatan kepala sekolah, Munali, ST.M.Pd memberikan hadiah, sebagai apresiasi kinerja untuk para ibu guru yang hadir dalam kegiatan apel, sebagai ucapan terimakasih telah menjadi inspirasi untuk anak didik di sekolah, dan di rumah.
Selamat hari Kartini, 21 April 2026


