Intelektual Muda Muhammadiyah-Staf Ahli Kepresidenan Penguatan Ideologi Persyarikatan PTK SMK Mutu Gondanglegi

GONDANGLEGI-Salah satu sesi kajian yang urgensinya cukup tinggi pada rangkaian kegiatan Ramadhan adalah Darul Arqom PTK series yang pada hari itu Sabtu 7 Maret 2026 berlangsung untuk kali kedua.

Dalam kesempatan kedua ini hadir salah satu intelektual muda Muhammadiyah yang merupakan seorang dosen sekaligus tenaga ahli kepresidenan bidang haji, Dr. Pradana Boy ZTF, Phd. Tema kajian yang diusung adalah “Penguatan Ideologi Persyarikatan”, goal yang dicapai adalah memberikan pemahaman mendalam bagi seluruh bapak/ibu PTK SMK Mutu perihal ideologi Muhammadiyah dan implementasinya dalam kegiatan amal usaha maupun ranah kehidupan pribadi sehari-hari.

Kepala SMK Mutu Gondanglegi, ustadz Munali (kiri) bersama tenaga ahli kepresidenan bidang haji, Dr. Pradana Boy ZTF, Phd. membahas penguatan ideologi persyarikatan.

Dosen yang akrab disapa pak Boy ini menjalaskan bahwa Muhammadiyah dilihat oleh khalayak umum dengan ragam persepsi yang berbeda-beda, bahkan ada yang menganggap Muhammadiyah itu sama dengan Ahmadiyah, ujarnya. Oleh karenanya, pak Boy meluruskan kembali persepsi liar tersebut dengan cara berpegang pada instrumen identitas dan ideologi persyarikatan yang ada.

Simpatisan Muhammadiyah yang mungkin mengenal persyarikatan ini melalui AUM atau lembaga-lembaga di bawah naungan Muhammadiyah sebaiknya juga memahami dokumen resmi Muhammadiyah seperti PHIWM (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah), MKCH (Matan, Keyakinan dan Cita Hidup), Khittah Muhammadiyah dan sebagiannya, agar memilik pemahaman yang benar dalam bermuhammadiyah.

Tampak PTK SMK Mutu mendegarkan materi darul Arqam tentang PHIWM (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah), MKCH (Matan, Keyakinan dan Cita Hidup), Khittah Muhammadiyah.

Selain itu pak Boy juga menekankan pentingnya menjadi seorang yang moderat dan berkemajuan. Salah satunya dengan cara senantiasa belajar dan menimba wawasan, “orang kaku biasanya wawasannya sempit, semakin luas wawasan seseorang biasanya semakin luwes”, ujarnya. (Norkus)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
0 Shares
Tweet
Share
Pin
Share