Dokter Harry Iskandar, MH Mkes menyampaikan materi Sehat Berpuasa (Ain Nurwindasari/PWMU.CO)

Begini Puasa yang Bisa Memperbaiki Tiga Jenis Kesehatan, liputan Ustadzah Ain Nurwindasari, kontributor PWMU.CO Gresik.

PWMU.CO – SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik menggelar Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) yang diikuti oleh siswa kelas VII, VIII, dan IX. 

Pada hari pertama pelaksanaan PKDA, Senin (4/4/2022), panitia mengundang dr Hary Iskandar MH MKes sebagai pemateri. Dia merupakan wali siswa Ishaq Muhammad Iskandar, siswa kelas VI F. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII di Masjid at-Takwa Spemdalas secara hybrid.

Dokter Iskandar, sapaan akrabnya, menyampaikan materi berjudul ‘Sehat Berpuasa’. Dia mengawali penjelasannya mengenai definisi sehat. Menurutnya, sehat tidak hanya secara fisik, tapi juga mental dan spiritual.

“Sehat adalah kondisi baik (normal) secara fisik, mental, dan spiritual sehingga memungkinkan untuk dapat hidup secara produktif. Hidup produktif itu hidup yang bermanfaat. Karena kita itu hidup bukan untuk diri sendiri, tapi bermanfaat untuk diri kita maupun orang lain,” paparnya.

Menurutnya puasa dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan yang meliputi kesehatan fisik, kesehatan mental dan kesehatan spiritual.

“Sehat adalah kondisi baik (normal) secara fisik, mental, dan spiritual sehingga memungkinkan untuk dapat hidup secara produktif. Hidup produktif itu hidup yang bermanfaat. Karena kita itu hidup bukan untuk diri sendiri, tapi bermanfaat untuk diri kita maupun orang lain,” paparnya.

Menurutnya puasa dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan yang meliputi kesehatan fisik, kesehatan mental dan kesehatan spiritual.

Kesehatan Fisik

“Puasa bermanfaat untuk kesehatan fisik. Karena dengan berpuasa akan memingkatkan kemampuan tubuh kita untuk memperbaiki diri yaitu dengan cara mencerna sel dan mengurangi cadangan lemak,” jelasnya.

Dokter Iskandar menyampaikan puasa membantu sistem pencernaan.

“Pencernaan kita bekerja secara otomatis. Begitu kita makan otomatis sistem pencernaan makanan kita langsung mencerna tanpa kita perintah. Bisa kita bayangkan kalau kita makan terus maka pencernaan kita akan capek. Jadi untuk mengurangi kerja sistempencernaan kita itu dengan puasa,” papar dia.

Dokter Iskandar juga menjelaskan berpuasa dapat memperbaiki asam lambung. “Kalau kita puasa menyebabkan sakit maag, ini sebenarnya hoax (bohong). Sebenarnya yang menyebabkan maag itu bukan puasa tapi ketidakteraturan pola makan. Justru pas puasa kita teratur, pas waktunya sahur ya sahur, pas waktunya buka ya buka. Justru pola makan kita jadi teratur,” terangnya.

Puasa juga memperbaiki fungsi ginjal. Demikian disampaikan dokter Iskandar: “Puasa memperbaiki fungsi ginjal, yaitu mengurangi kerja ginjal. Kalau misalnya ginjal istirahat, insyaAllah fungsi ginjal kita akan baik.” 

Puasa juga memperbaiki fungsi ginjal. Demikian disampaikan dokter Iskandar: “Puasa memperbaiki fungsi ginjal, yaitu mengurangi kerja ginjal. Kalau misalnya ginjal istirahat, insyaAllah fungsi ginjal kita akan baik.” 

“Ternyata kalau kita berpuasa bisa menurunkan hormon dopamin dan acetilcholin. Berpuasa dan merasakan lapar akan menimbulkan simpati dan empati kepada orang miskin sehingga kita tidak sombong,” jelasnya.

Dia melanjutkan, puasa akanmeningkatkan kesehatan spiritual, karena puasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah serta meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah.

“Jadi dengan puasa tiga kesehatan langsung terpenuhi,” ucapnya.

Cara Berpuasa yang Baik

Dokter Iskandar mengingatkan bahwa puasa tidak sekadar memindahkan pola makan.

“Ingat ya berpuasa itu bukan cuma memindahkan pola makan. Biasanya orang puasa pagi sampai Maghrib menahan makan, habis Maghrib seperti balas dendam. Kalau kayak gitu gak ada gunananya puasa untuk kesehatan,” terangnya.

Adapun cara berpuasa yang baik menurutnya adalah, pertama, berbuka puasa tepat waktu dengan makanan dan minuman yang tidak berlebihan. 

Kedua, mendahulukan makanan dan minuman yang manis terlebih dahulu saat berbuka puasa.

“Karenaa sesuatu yang manis penyerapannya lebih cepat. Jadi glukosa itu penyerapannya paling cepat. Dengan demikian tubuh kita jadi pulih kembali,” jelasnya.

Ketiga, hendaknya orang yang berbuka puasa makan makanan yang ringan terlebih dahulu (takjil), baru kemudian memakan makanan yang berat.

“Ini untuk memberi kesempatan pencernaan kita beradapdatsi dengan makanan setelah puasa. Jangan begitu adzan langsung makan nasi satu piring, nanti langsung kekenyangan, nanti kaget pencernaannya,” ucapnya.

Keempat, ketika sahur minimal minum air sebanyak 500 ccatau setara dua gelas air.

“Karena untuk menutup kebutuhan cairan kita selama satu hari paling tidak kita butuh 500 cc,” terangnya.

Kelima, usahakan beraktivitas yang tidak banyak mengeluarkan keringat. “Jadi terkadang yang paling tidak disadari keluarnya cairan dari tubuh kita melalui keringat,” imbuhnya.

Aretha Zizi saat mengajukan pertanyaan terkait puasa bagi penderita sakit mag. Begini Puasa yang Bisa Memperbaiki Tiga Jenis Kesehatan (Ain Nurwindasari/PWMU.CO)

Olahraga Terbaik saat Puasa

Materi yang disajikan dengan runtut ini memancing respon peserta. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan setelah materi selesai disampaikan.

Marcelino Ridho, siswa kelas VI misalnya. Dia bertanya terkait kapan waktu yang tepat untuk berolah raga saat berpuasa. Dokter Iskandar pun menjawab waktu yang paling baik untuk olah raga adalah pukul 07-00-09.00.

“Karena di sana banyak mengandung vitamin K dan vitamin D. Kalau di atas jam 9 biasanya sinar matahari sudah mengandung sinar ultra violet, bisa meusak tubuh kita. Dan sebaiknya olah raga in door. Dan olah raga yang bagus itu yang ringan tapi rutin dan teratur. Jangan yang berat tapi tidak teratur justru merusak,” urainya.

Peserta lain, Aretha Zizi, siswa kelas VII ICP1 pun mengajukan pertanyaan tentang bagaimana cara berpuasa orang yang memiliki sakit maag.

Dokter Iskandar menjawab sakit maag merupakan gangguan pola makan, sehingga dengan berpuasa otomatis pola makan kita menjadi teratur.

“Tapi, kalau orang yang tidak terbiasa puasa Senin Kamis itu terjadi perbedaan pola makan. Jadi kalau orang yang sakit maag biasanya ketika awal Ramadhan akan sedikit kambuh, tapi itu tidak akan lama. Nanti frekuensi kambuhnya akan hilang. Usahakan banyak makan karbohidrat dan banyak minum air putih,” tuturnya.

Dokter Iskandar mengingatkan agar orang yang memiliki riwayat sakit maag agar mengurangi stress dan mengurangi makan makanan pedas.

“Juga kurangi stress. Karena stress akan memicu produksi asam lambung yang meningkat. Jangan lupa pas sahur maupun buka jangan makan yang pedes karena pedas memicu asam lambung,” terangnya.

Di akhir sesi dokter Iskandar memberikan apresiasi bagi peserta yang aktif berupa hadiah. Tidak lupa dia berpesan agar seluruh siswa tetap semangat di bulan Ramadhan ini.

“Tetap semangat berpuasa ya, jangan lupa tetap terapkan protokol kesehatan,” tuturnya. (*)

Sumber dari : pwmu.co 6 April 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *