MALANG KOTA – Setelah beralih status menjadi PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum), Universitas Brawijaya (UB) membuka ”pintu baru” bagi calon mahasiswa. Selain lewat SBNMPTN dan SNMPTN, ada seleksi Mandiri yang di dalamnya juga menampung mahasiswa dari jalur prestasi.

Untuk kuota penerimaan mahasiswa baru UB melalui seleksi Mandiri ditetapkan sebanyak 8.570 mahasiswa. Sementara untuk kuota jalur SBMPTN sebanyak 5.125 mahasiswa. Sedangkan jalur SNMPTN sebanyak 3.445 mahasiswa. Angka total sekitar 15 ribu mahasiswa tersebut merupakan jumlah maksimal yang bisa diterima sesuai dengan perhitungan yang sudah ditetapkan setelah UB beralih status menjadi PTN-BH. Di mana presentasi kuota untuk SNMPTN sebanyak 20 persen, SBMPTN 30 persen dan jalur Mandiri sebanyak 50 persen.

Yang berbeda adalah seleksi jalur Mandiri yang akan menerima mahasiswa berprestasi. Di mana pada tahun sebelumnya, seleksi Mandiri ditentukan hanya melalui jalur reguler dengan mempertimbangkan nilai rapor dan UTBK. ”Jadi kami ingin menjaring bibit unggul yang bisa diterima melalui jalur prestasi. Meskipun secara pembiayaan tidak ada bedanya dengan jalur reguler,” terang Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB Heri Prawoto Widodo SSos MAB. Meski tidak ada perbedaan dalam biaya, keuntungan diterima melalui jalur prestasi, lanjut Heri, yakni mahasiswa akan lebih mendapatkan kepastian. Tidak perlu mengikuti tes Mandiri selanjutnya, baik melalui nilai rapor maupun melalui nilai UTBK.

Hanya saja, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi mahasiswa agar lolos melalui seleksi Mandiri jalur prestasi. Yakni minimal harus berprestasi dalam ajang tingkat nasional dan internasional. ”Mahasiswa harus melampirkan tiga prestasi terbaik di bidang akademik, seni, olahraga dan keagamaan saat menempuh pendidikan SMA se-derajat,” ujar Heri. Karena baru pertama kali dilaksanakan, kuota melalui jalur prestasi ini belum ditentukan.

Heri menuturkan, pihaknya akan melihat terlebih dahulu respons masyarakat terkait penerimaan melalui jalur tersebut. Ketika peminat sudah diketahui jumlahnya, baru nantinya akan ditentukan berapa kuota di jalur prestasi. ”Nanti akan dilihat dulu jumlah pendaftarnya berapa. Jangan sampai kuotanya 10, tapi daftar cuma 7. Berarti semua akan lolos tanpa ada persaingan,” jelas Heri. Lebih lanjut Heri menjelaskan, ada jalur lainnya bisa ditempuh mahasiswa pada seleksi Mandiri tahun ini. Yakni nilai rapor dan nilai UTBK.

Dikatakannya, calon mahasiswa bebas untuk mengikuti seleksi melalui kedua jalur tersebut. ”Prinsipnya kami membuka banyak cara untuk mahasiswa. Bagi anak-anak yang merasa rapornya bagus, tapi UTBK nya jelek bisa mendaftar melalui jalur rapor. Kemudian ketika UTBK-nya kuat, bisa mendaftar jalur nilai UTBK,” tuturnya.

Terkait ketentuan seleksi UTBK dan SBMPTN secara umum masih sama seperti yang sebelumnya. Heri menuturkan, untuk jalur SBMPTN tahun ini kuota yang ditetapkan sebanyak 30 persen atau sekitar 5.125. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu sebanyak 5.919. Karena jumlah mahasiswa tahun lalu yang diterima sebanyak 21 ribu, sedangkan tahun ini rencananya 15 ribu saja. (adk/nay)

Sumber dari : radarmalang.jawapos.com 8 April 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *