Setiap diri manusia selalu dinamis dalam berperilaku dikehidupan sehari hari. Sebagai manusia sosial tentu manusia ditakdirkan tidak dapat hidup sendiri, manusia selalu memerlukan peran manusia yang lain. Sehebat apapun manusia mereka tidak akan pernah mampu menyelesaikan urusannya sendiri, sebagai contoh ketika akan memotong rambut, manusia memerlukan manusia lain sebagi tukang cukur, atau ketika akan membuat bangunan rumah, manusia juga memerlukan manusia lain sebagai tukangnya.

Dalam strata sosial juga demikian, ada manusia yang sedang disebut sebagai orang kaya, karena ada mansuia yang disebut miskin, ada yang disebuat kuat, karena ada yang disebut lemah, demikian seterusnya.
Setiap manusia sudah memperolah ketentuan keahlian dari Allah SWT, yang berbeda satu dengan yang lain. Perbedaan itu yang membuat manusia hidup menjadi sempurna, saling menghargai, saling menghormati dan saling memerlukan. Kesempurnaan dengan perbedaan itu membuat kehidupan menjadi sangat indah, dan sesuai dengan sunnatulloh, bahwa manusia diciptakan berbeda adalah untuk saling mengenal.
Dalam kehidupan bersama, terutama di lembaga selalu berharap ada harminisasi, kebersamaan dalam perbedaan untuk menjalankan visi, misi dan tujuan lembaga. Semua anggota yang ada di dalam lembaga tersebut tentu menginginkan dan mengharapkan adanya kesesuaian didalam mengoptimalkan perbedaa, potensi yang dimiliki untuk mencapai harapan bersama.

SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, sebagai lembaga pendidikan yanga didirikan tahun 1994, tentu mengalami dinamika perkembangan yang tidan pendek, dan sebentar. Perjalanan lembaga pendidikan di bawah Muhamamdiyah ini jika dihitung dengan angka telah lebih dari 30 tahun, tentu juga menghadapi beberapa generasi yang berbeda, dan tantangan yang berbeda. Memaknai waktu, generasi, tantangan yang berbeda, di akhir tahun 2025 ini SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi melaksanakan kegiatan Outbond untuk PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan). Kegiatan di luar lingkungan sekolah agar ada suasana baru, serta bertadabur dengan alam bebas.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan dan menumbuhkan kembali rasa Respect, Empati kepada seluruh PTK. Penyadaran kembali bahwa manusia hidup selalu dinamis, sesuai dengan perkembangan. Seperti falsafah bahwa roda kehidupan selalu berputar, mengandung arti manusia akan selalu berubah dan berganti dari jaman ke jaman. Dari jaman anak anak, menjadi jaman remaja, menjadi dewasa, dan kemudian menjadi tua. Dari kondisi tersebut tentu tidak dapat manusia menjadi sosok yang sama, dari kekuatan, kecerdasan, dan yang lainnya.

Memahami kondisi tersebut, maka perlu dibangun ras respect, empati yaitu pemahaman terhadap kondisi orang lain, khususnya di dalam keluarga SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Kegiatan family ghatering ini dapat memberikan kembali kesadaran, bahwa semua dapat berkiprah, semua dapat berbuat yanag terbaik, semua dapat memperoleh apresiasi, dan meskipun terkadang di luar ekpektasi, tetapi ada rasa peduli yang harus selalu ditumbuhkan dari dalam hati.
Kegiatan yang dikemas kolaboarasi dengan tim Rindam Malang, dalam bentuk Carakter Building, Games Fun, serta Trekking menuju Coban Sanusi dan Coban Srikandi, makan bersama beribadah bersam, sholat berjamaah, serta mengajak anggota keluarga. Dengan kegiatan seperti ini, semoga mampu membangun kebersamaan dalam kehidupan yang kembali di lingkungan masyarakat. Medan yang sulit, harus menaik jalan, menurun curam dan terjal, menyeberang sungai dengan tambang yang kuat, membuat rasa empati kita menjadi semakin tumbuh. (Benjor Camp Tumpang Kab Malang, 24 Desember 2025)


