Program Magang Siswa SMK Mutu Gondanglegi di PT Panasonic Manufacturing Indonesia

GONDANGLEGI – Program Magang Siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi di PT. Panasonic Manufacturing Indonesia akhirnya terwujud. Pada tanggal 20 Agustus 2025, sebanyak 6 siswa 1 siswi SMK Mutu bertolak ke Jakarta. Kolaborasi ini dilakukan oleh SMK Mutu dengan tujuan untuk menjalin kerjasama, membangun kepercayaan demi tercapainya tujuan mencetak lulusan yang siap di dunia kerja.

Sejak bulan Juli, siswa SMK Mutu sudah melalui banyak proses mulai seleksi administrasi, kesehatan, hingga kegiatan Orientasi Daring Program Magang Siswa di PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI). Orientasi ini memberikan pembekalan awal untuk siswa sebelum melaksanakan program Magang.

Siswa SMK Mutu ketika mengikuti materi sosialisasi magang.

Program Magang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan ketrampilan pengajaran yang dibutuhkan. Hal ini demi meningkatkan kualitas sumber daya siswa khususnya Keahlian Teknik Ketenagalistrikan dan Mekatronika SMK Mutu.

Menurut ustadz Ahmad Muhtadi, S.Pd, selalu Waka Humas SMK Mutu menyatakan jika program magang ini bertujuan memberikan wawasan mengenai dunia kerja yang akan dihadapi oleh siswa. Program magang ini dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan antara bulan Agustus hingga November.

Lebih lanjut ustadz Ahmad menjelaskan setelah melaksanakan program program magang tersebut siswa SMK mutu dapat berkesempatan melanjutkan rekrutmen kerja di PMI, Program magang ke Jepang selama 3 tahun.

Siswa SMK Mutu Gondanglegi yang diterima magang di PT PMI.

Menurut Amsori selaku kepala program TITL-MKT bahwa program magang bersama PMI ini sendiri program kerjasama lanjutan setelah MOU. Sebelum itu banyak program-program lain seperti sinkronisasi Kurikulum Kejuruan TITL, Program Teaching Factory, Program Kelas Industri, hingga Magang Guru di PT.Panasonic Manufacturing Indonesia

Dengan berbekal dukungan penuh dari pihak SMK Mutu, guru dan siswa magang bisa mengikuti dan menyerap seluruh kegiatan magang di PT Panasonic Manufacturing dengan sebaik-baiknya. Sehingga nantinya bisa diaplikasikan di dunia kerja, dimanfaatkan sebagai materi tambahan dan penunjang kegiatan pembelajaran di sekolah, papar Amsori. (humas/amsori)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
0 Shares
Tweet
Share
Pin
Share