
Dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri, SMK MUTU menerima kunjungan dari Direktur Operasional PT Prospero, Makmur Abadi, serta HR Manager PT Balatif pada hari Kamis, 18 September 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan observasi konsentrasi keahlian yang dikembangkan di SMK MUTU, sekaligus menjajaki peluang kerjasama strategis di bidang Praktik Kerja Lapangan (PKL), magang guru, guru tamu, hingga rekrutmen lulusan.
Dalam kesempatan tersebut, para tamu industri meninjau fasilitas sekolah, berdialog dengan pimpinan SMK MUTU, serta mendiskusikan berbagai potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Pihak perusahaan menyampaikan apresiasi atas kompetensi dan kesiapan SMK MUTU dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja dan berdaya saing.

Direktur Operasional PT Prospero, Ninik Lestari, S.E., M.M., menyampaikan kesiapan perusahaan untuk mendukung proyek dan implementasi Kurikulum Merdeka yang berbasis pada kebutuhan kerja saat ini, terutama penguatan soft skills dan hard skills siswa Manajemen Perkantoran.
Demikian pula, menurut Yuni Indra, S.M., HR Manager PT Balatif, proses bisnis di PT Balatif sangat relevan untuk pengembangan keterampilan siswa SMK, tidak hanya pada konsentrasi keahlian Manajemen Perkantoran, tetapi juga Farmasi, Desain Komunikasi Visual, dan Mekatronika. Lebih lanjut, PT Balatif menginginkan kerjasama ini segera direalisasikan agar program PKL, magang guru, guru tamu, serta rekrutmen dapat dioptimalkan.

Kepala SMK MUTU, Munali, S.T., M.Pd., menyambut baik inisiatif ini. Beliau menegaskan bahwa kemitraan dengan dunia industri merupakan langkah nyata untuk mewujudkan link and match antara sekolah dan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, kemitraan ini diharapkan memperluas jejaring SMK MUTU dengan dunia industri, sehingga mampu mencetak lulusan yang berpengetahuan, terampil, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja.
“Melalui rencana MoU bersama PT Prospero dan PT Balatif, kami berharap siswa mendapat kesempatan luas untuk belajar langsung di dunia industri, sementara guru pun dapat memperbarui kompetensinya sesuai perkembangan terkini,” ujar beliau.

