Ramai pemberitaan tentang figure tokoh yang akan mengisi Kabinet Pemerintahan Presiden terpilih Prabowo semakin santer dan semakin mengerucut, seiring pertemuan, pemanggilan terhadap tokoh yang sudah dilakukan dan menyebarnya informasi kepublik. Spekulasi dan tanggapan selalu beragam, terhadap sikap pro dan kontra terhadap kebijakan yang akan segera di tentukan setelah 20 Oktober 2024 selalu menjadi perbincangan yang menarik dan seakan menggemaskan, tidak sabar dan ingin lebih cepat lebih baik.
Sebagai insan dan bagian dari dunia pendidikan di Indonesia, masyarakat pasti juga ikut tertarik untuk mengetahui profil dari para calon yang sudah dipanggil menghadap Presiden terpilih Prabowo Subianto. Di lingkungan Muhammadiyah tentu sangat berdinamika persepsi dan pengambilan sikap, karena salah satu calon yang dipublikasikan adalah sosok Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu Prof. Dr Abdul Mu’ti yang akan diproyeksikan menjadi calon Pemimpin di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Persisnya Abdul Mu’ti bertemu Prabowo di kediamannya di Jalan Kertaneagara IV, Jakarta, pada Senin 14 Oktober 2024, Abdul Mu’ti mengungkapkan rencananya ia akan didampingi oleh dua orang wakil Menteri dalam menjalankan tugasnya, sesuai dengan arahan Presiden terpilih Pak Prabowo.
Dalam lingkungan warga Persyarikatan Muhammadiyah, Abdul Mu’ti adalah salah satu tokoh yang sangat dikenal di semua lapisan masyarakat Muhammadiyah. Gaya guyonan khas Jawa, mbanyol, membuat beliau mudah diingat oleh warga persyarikatan. Dua periode menjadi Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Ketua Umum Prof Haidar Natsir, membuat Prof Abdul Mu’ti sangat dikenal. Terlebih pengalaman Prof. Mu’ti juga pernah menjadi Anggota Dewan Indonesia dan Amerika Serikat untuk Agama, Pluralisme, serta sebagai Ketua Umum Indonesia Conference on Region and Peace (IRCP) periode 2023-2028. Selain juga aktif dalam gerakan agama dan social, saat ini beliau juga aktif sebagai Akademisi, yaitu sebagai Guru Besar di UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta.
Harapan baru tentu sangat tinggi ditujukan kepada beliau, meskipun masih sebagai calon, minimal ada ide yang baru yang akan diberikan di tengah kondisi Pendidikan di Indonesia yang selalu menjadi sorotan utama masyarakat. Harapan terbaik, dari sosok pria kelahiran Kudus pada 2 September 1968 ini sangat tinggi, mengingat beliau lama menjadi pimpinan di Muhammadiyah, dan Muhamamdiyah adalah salah satu Ormas dengan Amal Usaha Pendidikan yang sangat banyak di Indoensia, bahkan sudah ada di beberapa negeri tetangga. Dalam pernyataanya di depan awak media, Kompas.com, Prof. Mu’ti menjelaskan Pendidikan adalah kunci membangun bangsa, sebaimana amanat Undang Dasar 1945.* (Munali).

