GONDANGLEGI – Cuaca sore saat itu di Singapura sebagian hujan dan sebagian cerah dan sedikit mendung. Terlihat tanaman di pinggir jalan sebagian basah dsn terlihat segar. Perjalanan dari juanda Surabaya menuju Changi Airport, Alhamdulillah lancar dan tiba pukul 13.30 waktu Singapura. Itulah kisah perjalanan Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, ustadz Munali, ST, M.Pd, ketika studi banding ke Singapura beberapa waktu lalu.

Sebagai seorang muslim, lanjut ustadz Munali, ada kewajiban untuk selalu menunaikan kewajiban untuk berdoa dan beribadah setiap hari di mana saja berada. Termasuk ketika mengikuti perjalanan ke Singapura, ketika nenjelang waktu Ashar tiba, saya dan rombongan Majlis Dikdasmen PNF Jatim menuju masjid Sultan yang berada di jalan Arab di Kota Singapura. Masjid Sultan berlokasi di Kampong Glam, Distrik Rochor, Singapura di antara Muscat Street dan North Brigde Road. (wikipedia)
Masjid yang tidak terlalu besar untuk ukuran di Indonesia, tetapi sangat bagus dan melegenda di negara Singapura. Alhamdulilah kami dapat melaksanakan ibadah sholat mahgrib berjamaah dan saya merasakan seperti di kampung sendiri, ketika mendengarkan suara imam sholat ketika membaca Al Quran. Selesai melaksanakan kewajiban, rombongan diajak untuk menikmati makan siang, di warung di dekat masjid, yaitu Turkish Mediterania and Restaurant. Menu Timur Tengah menjadi menu yang disajikan. Sambil menunggu menu, rombongan menikmati minuman panas teh, dan teh tarik.

Nuansa Timur Tengah, dengan aroma khas masakan yang biasa dirasakan di Warung Kairo yang ada di Indonesia. Aneka daging kambing, menjadi menu utama selain daging ayam, dan martabak. Setelah menikmati makan di warung Turkish and Mediterania Restaurant, rombongan segera bergegas kembali ke masjid dan melanjutkan perjalanan berkeliling area Changi hotel dengan pemandangan kerlap kerlip lampu, dari gedung gedung tinggi yang sangat kokoh.
Cerita yang ditulis di sini memang terasa seperti sedang liburan, tetapi sesungguhnya ada pelajaran dalam merasakan kehidupan di sebuah negara yang terdiri dari banyak etnis, yang mampu berdampingan dan saling menghornati etnis satu dengan etnis lainnya. Masjid Sultan Singapura 5 Agustus 2025. (humas)


