Pagi di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi

Pagi hari yang cerah, udara yang segar terik sinar matahari yang membuat terang alam Gondanglegi. Hijau daun yang terus meneteskan air, karena bergerak oleh lompatan burung dan sapuhan angin, membuat suasana perkampungan menjadi sangat indah. Hari ini tepat tanggal 1 Oktober 2025, seluruh bangsa Indonesia diajak mengenang tragedi 30 September 1965. Bukan untuk mengenang semata mata, dengan melihat tayangan film, melainkan untuk pelajaran terhadap semua warga negara terhadap sebuah proses politik kekuasaan dalam berkehidupan. Sejarah adalah pelajaran, seperti kta hari ini sedang menyusun sebuah sejarah panjang yang akan dikenang oleh generasi setelah kita. Apakah kita dikenang sebagai pahlawan, atau sebagai pecundang, bahkan sebagai penghianat bangsa dan negara.
Momentum Penguatan dalam Pemahaman Sejarah Bangsa
Salah satu momentum untuk mengenang sekaligus menjadikan pembelajaran adalah dengan melaksanakan Upacara Bendera. Di dalam sebuah lembaga pendidikan Upacara Bendera adalah salah satu metode pembelajaran, untuk melatih siswa menjadi pribadi pemberani bertanggungjawab, siap siaga dan mampu berkomunikasi. Khusus dalam sambutan saya sebagai pembina upacara pagi tadi adalah, kita mengenang para pahlawan yang telah gugur di saat itu. Mereka mempertahanakan nilai nilai pancasila yang ingin diganti dengan yang lain, tetapi lebih dari itu kita juga harus belajar mengapa ada penghianatan, mengapa ada perebutan. Semua dapat kita ketahui, kita pelajari dan kita pahami, salah satu yang disebut adalah perebutan kekuasaan, yang dirasa sangat perlu untuk digunakan dalam tujuan yang sudah berbeda.
Kita mengetahui bahwa perebutan dilakukan oleh mereka yang sebelumnya berjuang bersama merebut kemerdekaan dari penjajah kolonial. Kebersamaan mereka mulai pecah boleh jadi karena visi misi dan tujuan mereka berbeda. Cara pandang politik muali berbeda, sehingga harus di samakan jika tidak mau sama maka harus disingkirkan. Pelajaran kita hari ini adalah, kita akan menjadi bagian dari sebuah visi, cita cita yang sama. Ketika visi, cita cita yang kita susun bersama sudah tercapai, kemudian mulai ada pembagian hak yang mungkin dirasa tidak sesuai, dirasa tidak adil jangan kita menjadi penghianat dengan menyingkirkan tim kita, apalagi sampai membunuh mereka. Kebersamaan itu penting, tetapi lebih penting mengetahui tugas dan tanggungjawab kita, sebagai guru tugas kita memberi pelayanan pembelajaran, dengan membuat perangkat pembelajaran, sebagai siswa tugas dan tanggungjawab adalah belajar, dan belajar.
Harapan dengan Moemen Hari Kesaktian Pancasila
Semoga dengan mengenang jasa para pahlawan Revolusi, kita tidak lupa dengan jasa pahlawan kehidupan kita, yaitu orang tua kita. Semoga beliau yang sudah meninggal memperoleh kebaikan, dan yang masih hidup bersama kita memperoleh kemudahan dan kelancaran dalam bekerja..aamiin


