Bangga Membahagiakan Orang Tua.

Hari Selasa tanggal 21 Oktober 2025, ada pemandangan yang tidak biasa di area Gedung Tittanium SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Ada empat orang memakai baju hitam dan ada yang memakai tishert dan topi. Ternyata mereka sedang menyelesaikan adminstrasi selama diberi cuti dari perusahaan, untuk menuntaskan dengan sekolah selanjutnya fokus di perusahaan.

Saat berpapasan dengan kepala sekolah, bapak Munali, mereka saling menyapa dan kemudian dengan singkat bercakap. Berikut beberapa catatan, saat tanya dan jawab singakt di depan ruang perpustakaan digital SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Mereka adalah alumni 2025 dan sedang berkepentingan untuk melengkapi tanda tangan dan stempel dari beberapa unit sekolah. Mereka adalah Wildan Adirarapa, pria asal Kepanjen dan sebelum ke SMK Mutu, dia belajar di MTsN 6 Malang, yang kedua adalah Andika Bagus, berasala dari Knigoro Kecamatab Pagelaran, sebelum ke SMK Mutu, bersekolah di MTs Miftahul Ulum Kanigoro. Ketiga bernama Atharaya ACW, berasal dari Desa Clumprit, aebelum di SMK Mutu, sekolah sebelumnya SMPN 1 Pagelaran, yang keempat adalah Farel Aldi F, berasal dari Desa Kanigoro, asal MTs Miftahul Ulum Kanigoro Pagelaran. Keempatnya adalah alumni jurusan TAB yang sudah magang selama satu tahun dan langsung dikontrak kerja oleh perusahaan.

Senang rasanya dapat membahagiakan orang tua di rumah, kata mereka satu persatu ketika ditanya bagaimana perasaan saat ini. Tantangannya memang besar, tetapi insyaAllah menyenangkan kata anak anak yang rencana tangga 24 Oktober harus terbang kembali ke lokasi perusahaan tempat bekerja. Insyallah dengan doa orangtua, harapan orangtua yang secara ikhlas akan semakin memperlancarkan aktifitas di tempat kerta. Ucapan dari Kepala Sekolah sebagai doa dan harapan untuk mereka.

Lokasi mereka bersama alumni yang lain saat ini di Sumba Timur berjarak kurang lebih 1 jam dari bandara . Mereka bekerja pada Perusahaan Perkebunan Tebu, bidang yang menjadi pekerjaan adalah dunia alat berat yaitu sebagai operator, dan juga  makanik. Di Kota Waingapu, Umalulu, Sumba Timur, adalah daerah tempat mereka saat ini dan dua tahun ke depan untuk berproses menjadi tenaga terampil harapan orang tua dan masa depan mereka. Menerima gaji standar UMR Kab Malang, dan fasilitas yang diperoleh selama ini menambah rasa nyaman dalam bekerja. memang berat yang namanya bekerja, tetapi juga melihat orang tua bahagia, kita juga ikut senang dan bahagia, diakhir percakapan dengan kepala sekolah.(adm)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
0 Shares
Tweet
Share
Pin
Share