Sekolah tatap muka di Cimahi, bagaimana risiko learning loss selama pandemi? Foto: Muhammad Iqbal

Jakarta – Learning loss di Indonesia akibat pandemi COVID-19 banyak terjadi Indonesia. Hal ini disampaikan Sekjen Kemenristekdibud Suahrti dalam Pembukan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VI Tahun 2022 yang digelar secara hybrid.
“Kehilangan pembelajaran atau learning loss ini cukup banyak sekitar 3-12 bulan pembelajaran hilang dari pandemi dan yang menyedihkan adalah learning loss lebih banyak pada mereka kelompok marginal,” kata Suharti pada peresmian PKN via kanal Youtube Pusdiklat Kemendikbud RI Senin, (21/3/2022).

Learning loss makin parah akibat ketimpangan digital di Indonesia yang berdampak pada pendidikan. Hal ini tidak menjadi masalah bagi masyarakat perkotaan, namun akan berbeda dengan masyarakat yang tidak punya akses digital.

Permasalahan digital ini terjadi di semua jenjang pendidikan mulai usia dini hingga perguruan tinggi. Menurut Suharti, dalam mengatasi permasalahan ini diperlukan rencana strategis berbentuk kebijakan.

Namun, menyusun kebijakan strategis butuh kemampuan mulai dari melihat kejadian di lapangan hingga merencanakan penyelesaian masalah. Tentunya dengan memperhitungkan situasi yang bisa berubah setiap saat.

“Nah, ini butuh perencanaan dari bapak ibu sekalian,” Ujar Suharti pada peserta PKN Angkatan 6.

Peserta PKN diharapkan untuk membuat kebijakan konkrit untuk menjawab permasalahan learning loss. Beriringan dengan tema PKN angkatan 6 Tahun 2022 yaitu ‘Membangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas yang Partisipatif dan Kolaboratif’, peserta diminta berkolaborasi untuk menjawab tantangan pendidikan dengan terobosan baru.

“Menghasilkan policy brief yang konkrit dan mudah. Tantangan baru, terobosan baru, akan sangat membantu pemerintah mendekatkan diri dengan masyarakat,” kata Reni Suzana selaku Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara.

Selain policy brief untuk learning loss, peserta PKN diharapkan untuk memiliki kapasitas kepemimpinan yang strategis. Dengan agenda berupa pengelolaan diri, kepemimpinan strategis, manajemen strategis, dan aktualisasi kepemimpinan.

PKN angkatan 6 tahun 2022 diikuti oleh 60 peserta dengan komposisi 45 orang dari Kemenristekdibud, 15 orang dari Kementerian lain, Lembaga Kepolisian, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), PMK, dan Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Pelatihan akan diselenggarakan selama 17 minggu secara blended.

Sumber dari: detik.com 21 Maret 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *