Mengenal 10 Ilmuwan Geografi Beserta Kontribusinya untuk Dunia

Mengenal 10 Ilmuwan Geografi Beserta Kontribusinya untuk Dunia

Jakarta:  Geografi merupakan ilmu yang mempelajari segala hal terkait fisik bumi, mulai dari bentuk, permukaan, iklim, hingga gerakan lintang dan bujur. Selain itu, bidang ini juga mendalami hubungan antara bumi dengan manusia dan lingkungan.

Seiring berjalannya waktu, ilmu geografi sudah pasti terus berevolusi. Hal ini tak terlepas dari hasil kajian dan temuan yang digagas sejumlah ilmuwan.

Berbicara tentang ilmuwan, tahukah Sobat Medcom, siapa saja tokoh yang berkontribusi menyumbangkan pemikiran briliannya bagi ilmu geografi? Untuk mengenalnya lebih lanjut, simak pembahasan berikut yang dikutip dari laman Zenius.
1. Eratosthenes – Penemu istilah geografi dan besaran keliling lingkar bumi
Eratosthenes merupakan tokoh pertama yang memperkenalkan istilah geografi. Seorang ahli astronomi, geografi, dan matematika berkebangsaan Yunani ini mendefinisikan geografi sebagai penulisan tentang muka bumi.

Istilah geografi sebenarnya diambil dari bahasa Yunani, yaitu geo yang berarti bumi dan graphein yang artinya tulisan. Sesuai definisinya, ilmu geografi semula memang lebih fokus mendeskripsikan bentuk muka bumi, terutama untuk pembuatan peta.

Eratosthenes juga menjadi orang pertama yang berhasil menghitung keliling lingkar bumi menggunakan perhitungan matematika. Meskipun saat itu alat penelitian masih terbatas, perhitungan Eratosthenes ini mendekati hasil keliling bumi yang sebenarnya.

2. Crates dari Mallus – Penemu globe pertama
Crates sebenarnya bukan ahli geografi, melainkan seorang filsuf dan ahli tata bahasa ternama. Namun, dia berhasil mengembangkan perhitungan lingkar bumi Eratosthenes menjadi globe pertama.

Lantaran informasi dan pengetahuan kala itu masih terbatas, bola dunia buatan Crates memang belum akurat. Meski begitu, Crates dari Mallus tetap dikenal sebagai orang pertama yang membuat bola dunia yang merepresentasikan bumi.

3. Claudius Ptolemaeus – Penemu garis lintang dan bujur pada peta
Claudius Ptolemaeus atau dikenal Ptolemy adalah seorang ahli astronomi, matematika, dan geografi berdarah Yunani. Salah satu temuannya di bidang geografi ialah konsep dasar garis pada peta.

Ptolemy merupakan pencetus konsep garis lintang dan bujur pada peta. Dia bahkan berhasil mencatat derajat garis bujur dan lintang untuk 8.000 lokasi di dunia, yang kemudian dikumpulkan menjadi karya bertajuk The Geography.

Selain itu, Ptolemy juga mejadi orang pertama yang menggagas teori geosentris. Teori ini menyebut bahwa matahari, bulan, dan planet lainnya bergerak mengelilingi bumi. 

4. Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi – Merevisi karya Ptolemy
Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi adalah seorang ahli matematika, astronomi, dan geografi. Dia merupakan ilmuwan yang merevisi The Geography karya ilmuwan sebelumnya, Ptolemy.

Al-Khwarizmi kemudian menerbitkan buku geografi berjudul Kitab Surat-al-Ard, pengerjaan ulang dari The Geography. Buku ini berisi catatan untuk 2.402 koordinat kota serta penjelasan geografi secara umum.

5. Bernhardus Varenius – Membagi ilmu geografi menjadi dua kategori
Bernhardus Varenius merupakan seorang ahli geografi asal Jerman. Dalam salah satu karyanya yang berjudul Geographia generalis (1650), dia membagi ilmu geografi menjadi geografi umum dan geografi khusus.

Geografi umum berhubungan dengan keadaan bumi secara umum, sedangkan geografi khusus membahas sebuah wilayah tertentu. Berkat temuannya ini, Varenius dikenal sebagai salah satu ahli geografi paling berpengaruh di Eropa.

6. Immanuel Kant – dosen geografi pertama di dunia
Immanuel Kant memiliki banyak pemikiran dan karya tulisan di bidang filsafat, seperti metafisika, epistemologi, moral, etika, dan sebagainya. Dengan kata lain, ilmuwan berkebangsaan Jerman ini bukanlah seorang ahli geografi.

Meski begitu, namanya dikenang dalam sejarah perkembangan geografi lantaran menjadi dosen pertama yang mengajar geografi fisik di tingkat universitas. Materi kuliah yang dibawakan Kant lambat laun menjadi terkenal, sehingga dipublikasikanlah buku berjudul Physisce Geographie.

7. Alexander von Humboldt – Penemu cabang ilmu biogeografi
Alexander von Humboldt dikenal sebagai salah satu bapak geografi modern. Semasa hidupnya, ilmuwan berkebangsaan Jerman ini banyak melakukan ekspedisi.

Bukan sekadar menjelajah, Humboldt membuat deskripsi mengenai fenomena dan wilayah yang dijelajahi dengan penjelasan saintifik. Mulai dari sudut pandang biologi, meteorologi, hingga geologi.

Humboldt menjadi orang pertama yang meneliti hubungan antara organisme dan lingkungan biologisnya alias ekologi. Dia juga menjadi orang pertama yang mendeskripsikan fenomena perubahan iklim akibat manusia.

Tulisan tentang perjalanan Humboldt sangatlah detail, sehingga berhasil dipublikasikan menjadi beberapa jilid. Karya tersebut membuatnya terkenal dan menjadi dasar ilmu geografi secara luas.

8. Carl Ritter – Penulis geografi tentang seluruh dunia
Carl Ritter juga digadang-gadang sebagai bapak geografi modern. Dia terkenal dengan karyanya yang berjudul Die Erdkunde im Verhältniss zur Natur und zur Geschichte des Menschen.

Karya tersebut membahas geografi dan hubungannya dengan alam dan sejarah manusia. Tulisan setebal 20.000 halaman ini diterbitkan dalam 19 jilid.

Jilid pertama yang diterbitkan pada 1817 berjudul Die Erdkunde. Ilmuwan asal Jerman ini bertekad menulis geografi tentang seluruh dunia.

Sayangnya, Ritter tidak bisa memenuhi tujuannya itu. Sebab, ketika ajal menjemputnya pada 1859, dia baru menulis tentang Asia dan Afrika.

9. Paul Vidal de la Blache – Pelopor posibilisme dalam geografi
Paul Vidal de la Blache merupakan ahli geografi asal Prancis. Dia terkenal sebagai pelopor posibilisme dalam geografi.

Teori tersebut menyatakan budaya manusia tetap ditentukan oleh kondisi sosial, meskipun lingkungan memiliki batasan atau fitur tertentu. Teori ini juga mengemukakan bahwa manusia bukan makhluk pasif, dan bisa mengubah lingkungan.

Blache juga terkenal sebagai salah satu tokoh geografi modern Perancis yang membangun sekolah French School of Geopolitics. Dia juga berhasil mempublikasikan 17 buku, 107 artikel, dan 250 laporan.

10. Yi-Fu Tuan – Pencetus cabang ilmu geografi humanistik
Yi-Fu Tuan merupakan ahli geografi sekaligus profesor Cina-Amerika yang mengajar di berbagai universitas. Dia terkenal sebagai pembuat cabang ilmu geografi humanistik.

Cabang ilmu tersebut berusaha memahami dunia manusia. Geografi humanistik berfokus terhadap hubungan manusia dengan komunitas, budaya, ekonomi, dan sebagainya di lingkungan berbeda.

Tuan juga menjadi tokoh yang mempopulerkan istilah topophilia yang berarti perasaan terikat terhadap suatu tempat. Pengetahuannya mengenai geografi ini setidaknya telah dipublikasikan ke dalam 22 buku.

Itulah 10 ilmuwan geografi beserta kontribusinya terhadap perkembangan ilmu geografi. Apakah Sobat Medcom tertarik menjadi ilmuwan terkenal selanjutnya? (Nurisma Rahmatika)

Sumber dari : medcom.id 16 Juni 2022

Reyhan Lysander
Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.