Mastasiba Daring SMK Mutu, Diikuti 936 Siswa, Tebar Sukses Alumni Mendunia

Mastasiba Daring SMK Mutu, Diikuti 936 Siswa, Tebar Sukses Alumni Mendunia

MALANG – Masa Taaruf Siswa Baru (Mastasiba) Daring digelar SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi Kabupaten Malang, Senin (13/7) pagi. Tak hanya memperkenalkan praktik baik sekolah, acara ini juga sarat motivasi sukses alumni dan prestasi yang sudah mendunia.

Aksi robotik karya siswa SMK Mutu secara khusus ditampilkan, bersamaan dengan pembukaan Mastasiba yang dilakukan Kepala SMK Muhammadiyah 7, H. Pahri, MM.

“Selamat datang semua siswa baru. Kali ini, Mastasiba SMK Mutu harusnya diikuti 936 siswa baru. Lebih berbeda, karena harus diikuti secara daring. Ini sesuai kebijakan pemerintah, khususnya Kemendikbud,” demikian Pahri, Senin (13/7).

Dikatakan Pahri, sejumlah 936 siswa baru SMK Mutu tahun ini sesuai pagu maksimal yang ditetapkan, meski jumlah pendaftar mencapai hingga 1.400 pendaftar. Tak hanya dari wilayah Malang Raya dan sekitarnya, beberapa siswanya berasal juga dari daerah lain, seperti Papua, Kalimantan, Kepulauan Riau, Bali serta NTT dan NTB.

“Siswa SMK Mutu dipersiapkan banyak menguasai kemampuan, softskill dan hardskillnya, juga berkarakter akhlaqul karimah. Jadi, harus disiplin, punya etos kerja tinggi dan siap bersaing menguasai teknologi di eranya, yakni Revolusi Industri 4.0,” tegas Pahri.

Ia menambahkan, apa yang menjadi kebijakan Kemendikbud, khususnya direktorat Pendidikan Vokasi, akan berusaha dipenuhi dan dilaksanakan SMK Mutu. Yakni, memberikan muatan 70 persen pembelajaran praktik kerja. Hal ini, lanjut Pahri, bisa dilakukan melalui praktik kerja industri, juga pembelajaran di kelas-kelas industri yang diselenggarakan.

Menurut Pahri, sudah ada beberapa kelas industri di SMK Mutu yang didukung perusahaan dan industri mitra. Seperti Kelas Astra Daihatsu, Yamaha Indonesia, Samsung Institutes, Oracle, perbankan BNI Syariah dan Muamalat, serta dukungan Kimia Farma.

“70 persen pembelajaran berbasis kelas industri ini, nantinya agar keahlian siswa maupun lulusan sesuai kebutuhan dunia industri. Guru khusus dari mitra usaha/industri juga disiapkan sesuai kebutuhan,” jelas ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Nasional ini.

Kegiatan pengenalan sekolah pada siswa baru ini juga diikuti Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto, MSc, PhD, yang sempat berpesan singkat via daring. Juga, diikuti penyampaian motivasi khusus oleh Direktur Pembinaan SMK , Dr. Ir. M Bakrun MM.

Usai jeda penampilan hiburan akustik, kegiatan pengenalan sekolah ini banyak diisi saling salam kenal siswa baru. Ini diwakili sejumlah siswa dari luar Malang, bahkan dari beberapa daerah provinsi lain. Tentu saja, perkenalan dan wajah mereka cukup bisa dilihat peserta lain dan guru hanya dari layar Zoom Meeting karena memang dilakukan daring.

‘Membentuk Wirausaha Muda yang Sukses Mendunia’ menjadi tema khusus acara Mastasiba ini. Karena itu pula, SMK Mutu sengaja mengundang sejumlah alumninya yang sukses di luar negeri. Yakni, Mila Amelia di Uoriki Tokyo Jepang dan M Alfan di Mingdao University Taiwan. Melalui layar zoom meeting, keduanya berbagai pengalaman bagaimana pentingnya budaya dan etos kerja.

Pembekalan karakter sipiritual juga diberikan secara daring di pengujung acara Mastasiba ini. Yakni, tausiyah tentang adab dan akhlaq yang baik, yang disampaikan Prof Dr KH Tohir Luth, MA, dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

smkmutuadmin
Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *